Duka menyelimuti tanah Jawa Timur. Gunung Kelud mengeluarkan amarahnya pada Kamis malam, pukul 22.50 WIB. Kita tahu bahwa dampak erupsi kelud sudah menyebar ke banyak daerah, khususnya daerah Kab. Malang yaitu Ngantang. Banyak rumah dan sekolah yang ambruk akibat abu vulkanik gunung kelud.
Karena itulah HME tergerak hatinya untuk menjadi jembatan d dana dalam penggalangan dana dari teman-teman mahasiswa Teknik Elektro FT UM. Seminggu setelah meletusnya Gunung Kelud HME mulai menggalang dana, dan Alhamdulillah dana terkumpul sebanyak Rp. 1.800.000,- untuk disumbangkan kepada korban bencana yang notabene UM sebagai Learning University tidak sekedar memberikan bantuan secara materi tapi juga moril.
Kegiatan bakti sosial untuk warga korban kelud yang pada awalnya berkoalisi dengan pihak luar ternyata tidak bisa terlaksana seperti yang diharapkan. Namun, setelah didiskusikan akhirnya baksos hanya dilakukan oleh penguruss HME 2014 saja, dikarenakan oleh beberapa faktor. Perwakilan dari HME telah mengadakan survey ke Desa Ngantang sebanyak dua kali dan disana mereka mendapati keadaan yang sangat parah. Dari hasil survey tersebut diputuskanlah bahwa baksos akan dilakukan di SDN Pandansari 2.
Baksos untuk korban erupsi Kelud ini dilaksanakan hari Sabtu 23 Maret 2014, pengurus HME telah berkumpul di secretariat pada pukul 07.30 WIB. Tapi karena personel yang telah terdaftar untuk baksos masih belum lengkap jadi harus menunggu sambil menyiapkan barang bawaan untuk disumbangkan ke SDN Pandansari 2. Karena tujuan ke SD tersebut adalah untuk bersih-bersih dan memberikan sedikit hiburan kepada murid-murid disana jadi kita membeli peralatan kebersihan seperti sapu, kemucing, lap, sekrop, dan pembersih kaca sejumlah yang diperlukan untuk disana. Jam menunjukkan pukul 08.00, meskipun anggota yang ikut serta dalam baksos kali ini hanya berjumlah 12 orang tapi tidak menyurutkan semangat kami untuk membantu korban erupsi Kelud di SDN Pandansari 2.
Dalam kegiatan baksos ini juga dilaksanakan pemberian motivasi / semangat untuk adik-adik yang masih duduk di Sekolah Dasar tersebut. Bersih-bersih kelas bersama adik – adik ini sungguh merupakan kesempatan yang menjadi kenangan tak terlupakan. Antusiasme mereka menyambut kami dan ikut serta dalam kegiatan bersih-bersih ini mengingatkan kami bahwa tidak selamanya kita harus terpuruk berlarut-larut ketika menghadapi suatu permasalahan yang ada, tetapi kita harus tetap semangat menjalani hidup yang tak selamanya indah ini.
Setelah puas bermain bersama dan bercanda tawa dengan adik – adik di SDN Pandansari 2. kegiatan selanjutnya adalah sambutan dari Kepala Sekolah dan beberapa guru yang bercerita tentang kondisi Desa Ngantang ketika Kelud mengeluarkan abu vulkanik. Tiba di akhir perbincangan, kami memberikan beberapa buah buku yang sekiranya bisa bermanfaat bagi pendidikan di sekolah tersebut. Meskipun tidak banyak yang dapat diberikan, namun dengan keikhlasan teman-teman Elektro bisa membantu adik-adik dalam melanjutkan pendidikan untuk meraih cita – cita mereka sebagai generasi penerus bangsa yang patut dibanggakan.
Acara baksos untuk korban erupsi Kelud ini diakhiri dengan berpamitan kepada guru-guru di SDN Pandansari 2. Semoga apa yang telah teman – teman Elektro berikan meskipun tidak banyak dapat bermanfaat bagi mereka yang berada di SDN Pandansari 02 Dusun Sambirejo Kecamatan Ngantang.
Elektro Unity Selangkah untuk Bersatu !
HME FT UM 2014






